-->

Pengalaman Bikin e-KTP di Pangandaran: Rekam Data 2016, Baru Pegang Fisik 2018, Kok Bisa?

Halo semuanya! Kali ini aku mau sharing sedikit pengalaman pribadi yang agak unik—dan mungkin juga pernah dialami sebagian dari kamu warga Pangandaran, khususnya yang tinggal di sekitaran Mangunjaya. Ini soal urusan bikin e-KTP.

KTP di Mangunjaya Pangandaran


Kalau diingat-ingat lagi, proses aku bisa megang kartu KTP fisik itu butuh waktu sampai dua tahun, lho. Ceritanya berawal di tahun 2016 lalu pas aku datang ke kantor buat rekam data (foto, sidik jari, retina, dan lain-lain). Beres rekam, respon yang didapat dari petugas sudah pasti kalimat legendaris ini: "Silakan ditunggu ya, nanti dikabari."
Awalnya sih emang suruh nunggu-nunggu terus. Karena penasaran, sempat beberapa kali ditanyain lagi kelanjutannya. Tapi ya itu, karena jawabannya tetap sama—entah karena blanko secara nasional emang lagi habis atau ada kendala sistem—lama-lama aku males juga buat bolak-balik ke sana lagi. Akhirnya ya sudahlah, dicuekin aja dulu karena emang belum butuh-butuh amat waktu itu.
Sampai akhirnya masuk tahun 2018...
Plot Twist Pas Mau Merantau Kerja
Nah, di tahun 2018 ini aku mendadak butuh banget yang namanya KTP fisik. Ceritanya aku ada rencana buat berangkat ke kota untuk merantau kerja. Otomatis, e-KTP fisik jadi barang yang wajib banget ada di dompet buat urusan administrasi pendaftaran kerja dan kontrak nanti.
Mau gak mau, dengan mental yang agak pasrah dan malas, aku mutusin buat datang lagi ke sana. Pikiran aku waktu itu udah ke mana-mana, "Wah, jangan-jangan disuruh rekam data ulang dari nol lagi nih, secara udah dua tahun lewat."
Pas sampai di sana dan menghadap petugas, dugaanku hampir bener. Awalnya sih emang suruh foto lagi sama petugasnya. Tapi pas dicek lebih teliti di sistem komputer mereka, ternyata eh ternyata... data perekaman aku yang tahun 2016 itu masih tersimpan rapi dan statusnya ada!
Jadi selama dua tahun itu, datanya sebenarnya sudah aman di sistem, cuma tinggal dicetak aja kalau si pemiliknya datang nanyain karena butuh. Gak pakai lama setelah proses pengecekan itu, fisik e-KTP yang udah aku tungguin selama dua tahun akhirnya resmi mendarat di dompet.
Hikmah buat Warga Pangandaran
Dari pengalaman aku ini, ada beberapa poin penting yang bisa kita petik sebagai warga lokal kalau lagi ngurus dokumen publik:
  • Jangan Malas Ngecek: Kalau dokumen kamu (KTP/KK) gak jadi-jadi, jangan langsung nyerah atau pasrah kayak aku dulu. Datang aja dan tanyain lagi ke petugas. Bisa jadi datanya udah siap di sistem, cuma antre cetak atau ketumpuk.
  • Birokrasi Dulu vs Sekarang: Harus diakui, sistem birokrasi tahun 2016-2018 itu emang lagi masa transisi ke e-KTP massal, jadi wajar kalau banyak kendala blanko. Untungnya sekarang pelayanan di area Pangandaran dan Mangunjaya sudah jauh lebih cepat dan tertib.
Semoga informasi dan cerita pengalaman ini bermanfaat ya. Kalau kamu sendiri, punya cerita unik apa pas pertama kali bikin KTP di Pangandaran? Silakan tinggalkan jejak di kolom komentar, hayuk!


0 Response to "Pengalaman Bikin e-KTP di Pangandaran: Rekam Data 2016, Baru Pegang Fisik 2018, Kok Bisa?"

Posting Komentar

akuhapu